Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 28 April 2010

LEGENDA PUTRI HIJAU

salam semuanya, salam kenal dari saya, putri hijau merupakan legenda sumatra bagian utara, tepatnya bermula dari dtaran tinggi tanah karo, dahulu kala hiduplah seorang pemburu di suatu desa yang bernama desa suka nalu, pemburu ini bermarga sembiring dan semua yang ada di desa itu bermarga sembiring, pada suatu hari pemburu ini berangkat ke hutan dan melewati rumpun bambu dengan membawa beberapa ekor anjing untuk membantu si pemburu dalam menagkap binatang buruannya, tiba-tiba anjing pemburu ini menggonggong dan arah gonggongan anjing itu semuanya tertuju pada rebung bambu atau dalam bahasa yang mudah di mengerti adalah anak bambu yang masih sangat kecil, pemburu itupun merasa heran mengapa emua anjingnya menggonggong kepada anak bambu tersebut? namun pada hari itu dia tidak begitu menghiraukan kejadian itu, dan keesok harinya dan demikian juga dengan hari-hari berikutnya setiap melewati rumpun bambu di pinggir desa anjingnya selalu menyalak dan menggonggong anak bambu tersebut.
pemburu ini semakin penasaran dan suatu hari dia memotong anak bambu itu dan di bawanya pulang, kemudian di letakkan di atas para-para(di tempat penyimpanan kayu bakar)setelah pemburu itu membawa pulang anak bambu itu, kejadian aneh pun terjadi, setiap malam terdengarlah oleh pemburu itu suara anak bayi yang menagis, dan suara bayi itu datang dari tempat penyimpanan kayu, kemudian karena merasa aneh pemburu mengundang dukun kampung untuk menayakan apakah yang telah terjadi, mengapa di dapurnya setiap malam terdengar tangissan anak bayi? kemudian sang dukun mencari dan mencermati tempat penyimpanan kayu dan sang dukun sangat terkejut bukan kepalang, dengan pandangan batinya dia melihat sesosok tubuh anak bayi yang sangat mungil yang berada di dalam rebung bambu.
kemudian sang dukun membelah anak bambu tersebut kemudian mengeluarkan anak bayi yang ada di dalam bambu,ternyata bayi itu adalah bayi perempuan yang sangat cantik. pemburupun merasa senang bukan kepalang karena dia telah menikah dengan istrinya sudah hampir sepuluh tahun namun belum di karuniai seorang anakpun, kemudian mereka mengasuh dan membesarkan bayi tersebut.
setelah dewasa anak yang berasal dari anak bambu tersebut tumbuh menjadi gadis yang cantik, keluarga pemburupu merasa senang dan sangat bahagia, namun kebahagiaan itu tiba-tiba sirna karena kejadian yang sangat memalukan terjadi pada anak gadis mereka, anak gadis mereka ternyata telah hamil dan bila di tanya anak itu mengatakan tidak tahu siapa yang telah melakukan atau siapa yang telah bertanggung jawab, keluarga itupun merasa sedih dan berita itu segera tersebar ke penjuru desa.
sesuai dengan adat dan tradisi di desa itu bila ada yang hamil di luar nikah maka dia harus di hanyutkan ke dalam sungai, maka di hanyutkanlah sang gadis kedalam sungai,. sungai tempat gadis itu di hanyutkan adalah lau biang, dan hanyutlah sang gadis sampai ke desa seberaya dan gadis itu tersangkut ke dalam gua yang sekarang dinamakan gua pirikan dan masih ada sampai sekarang, di dalm gua itu si gadis melahirkan tiga orang bayi. dua orang wanita dan satu orang laki-laki, bayi yang pertama di beri nama mejile, yang kedua di beri nama,nipe dan yang ketiga piher, pada waktu ketiga bayi ini beranjak dewasa ibu mereka meninggal dunia dan tinggallah mereka bertiga di dalam gua,(cerita ini masih sangat panjang sedangkan malam sudah sangat larut bila ingin mengetahui cerita selanjutnya harap bersabar ok.)
kisah ini akan menceritakan bagaimana putri hijau mendapat nama putri hijau, siapa suaminya,dan mengapa sampai di deli tua dan perang dengan raja aceh, cerita ini akan sangat menarik bagi pembaca.
cerita ini benar-benar asli dan di dasari dengan fakta dan bukti-bukti

1 komentar:

  1. cerita yang sangat menarik..tapi saya heran kenapa cerita ini hanya setengah saja...kalau boleh saya butuh cerita lengkapnya mulai darimana nama putri hijau berasal dan apa kaitannya dengan perang kerajaan aceh dan deli..cerita ini akan digunakan sebagai bahan project sastra indonesia adik saya. Terima kasih..

    BalasHapus